Pentingnya Konsumsi Telur dan Daging Ayam

Rakyat Indonesia tidak mengalami kelaparan kronis sebagaimana menimpa rakyat di benua Afrika. Namun, kita menderita kelaparan tersembunyi yang menyebabkan persoalan kurang gizi tak kunjung dapat diatasi.
Persoalan konsumsi pangan yang menyangkut aspek kualitas dan kuantitas dapat berdampak buruk pada mutu kesehatan rakyat. Salah satu ciri ketidakbermutuan konsumsi pangan adalah apabila masyarakat lebih mengandalkan konsumsi pangan sumber karbohidrat. Ketidakberdayaan ekonomi menjadi penyebab utama mengapa rakyat sulit mengakses jenis pangan lain selain karbohidrat. Hal ini memunculkan fenomena kelaparan tersembunyi di kalangan masyarakat.
Gizi merupakan salah satu input penting untuk menentukan kualitas SDM (sumber daya manusia). Salah satu indikator yang menentukan kualitas gizi anak adalah tinggi badan mereka. Lebih dari 35 % anak usia prasekolah di Indonesia tergolong pendek, sehingga akan berdampak negatifpada saatmereka memasuki usia sekolah.Prevalensi anak pendek ini semakin meningkat dengan bertambahnya umur dan gambaran ini ditemukan baik pada jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Buruknya kualitas fisik anak-anak Indonesia bisa berimbas pada gangguan intelektualitas, sehingga SDM kita di masa depan sesungguhnya dibangun oleh pondasi manusia yang rapuh dan mudah ambruk.
Tinggi badan kurang adalah cermin kurang gizi yang berlangsung lama. Faktor yang mempengaruhi tinggi badan adalahgenetik (keturunan)dan asupan gizi. Gizi makanan sangat penting dalam membantu pertumbuhan tinggi badan seseorang. Kualitas dan kuantitas asupan giziorang Eropa umumnya lebih baik daripadayang dikonsumsi oleh orang-orang Asia.
Meluruskan Opini Negatif
Kemajuan ekonomi suatu masyarakat ternyata diikuti oleh meningkatnya konsumsi telur. Amerika Serikat dapat dikatakan sebagai konsumen telur tertinggi yaitu 314 butir/orang/tahun, Inggris 290 butir, Jepang 269 butir, negara-negara Eropa lainnya 210 butir, dan Indonesia sekitar 140 butir.
Telur ayam adalah kapsul alami yang kaya gizi. Sebagian masyarakat kita telah menyadari kehebatan telur dengan segala khasiatnya. Bahkan telur terkadang dianggap memiliki kekuatan magic, apalagi telur yang berasal dari ayam hitam. Ini sekedar menunjukkan bahwa telur telah memiliki posisi tersendiri di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Umumnya telur disukai sebagai pelengkap sarapan pagi. Mengapa ? Untuk mempersiapkan makan pagi, kita umumnya ingin yang serba cepat dan oleh karena itu telur adalah pilihan terbaik karena bisa dimasak dengan berbagai cara dalam waktu singkat seperti didadar, diceplok, atau cukup direbus. Di hotel-hotel berbintangpun sajian telur seperti scramble eggs atau omelet seolah menjadi menu wajib sarapan pagi bagi tamu-tamunya.
Daging ayam kini semakin mudah dijumpai, apalagi kalau dibandingkan era 1970-an. Kemajuan teknologi peternakan sehingga daging ayam bisa diproduksi lebih cepat untuk menghasilkan daging kaya protein menyebabkan kita lebih mudah mengakses daging ayam dengan harga relatif murah (dibandingkan harga daging sapi).
Lalu apakah benar ayam ras pedaging dapat tumbuh dengan cepat karena diberikan hormon pertumbuhan? Perlu diketahui bahwa ayam ras merupakan perkawinan silang yang indukannya didatangkan dari luar Indonesia. Ayam ras yang ada saat ini merupakan hasil seleksi genetika yang telah dilakukan secara intensif selama bertahun-tahun. Dari hasil seleksi tersebut, ayam ras petelur memiliki keunggulan mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak dan efisien, dan ayam ras pedaging mampu mencapai bobot badan lebih cepat dan lebih tinggi dibandingkan ayam kampung.
Pemerintah sendiri telah melarang pemberian hormon dan mengatur penggunaan antibiotik pada ternak ayam. Antibiotik hanya diberikan pada ayam yang sakit dan terbukti telah terinfeksi mikroorganisme patogen penyebab penyakit. Umumnya antibiotik yang diberikan untuk ayam memiliki masa henti pemberian obat tujuh hari. Jadi, ayam baru bisa dipotong atau dikonsumsi tujuh hari setelah pemberian obat terakhir.
Opini lain yang marak di masyarakat adalah bahaya memakan bagian tertentu ayam, seperti sayap atau paha. Ayam mendapatkan vaksinasi untuk mencegah munculnya penyakit. Vaksinasi ini berasal dari mikroorganisme yang sudah dilemahkan dan tujuannya menstimulasi sistem kekebalan tubuh ayam. Mikoorgansime tersebut tidak akan “berpindah” dari ayam ke manusia. Bagi konsumen yang lebih penting diperhatikan adalah bagaimana cara menyimpan dan mengolah daging ayam dengan benar agar diperoleh manfaat gizi yang optimal.
Dikutip dari artikel Prof Dr Ali Khomsan, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB di Majalah Trobos Livestock (www.troboslivestock.com)

