Sinergi Meningkatkan Kesadaran Konsumsi Protein Hewani

Sejak dahulu, sebenarnya pemerintah sudah mempunyai tujuan untuk kedaulatan pangan. Baik untuk komoditas pertanian, peternakan dan perikanan.
Di antaranya, pada 1950-an dengan Rencana Kemakmuran Istimewa (RKI) yang ditujukan untuk mengembangkan sektor pertanian dengan cara mengembangkan cara-cara baru dalam teknik usaha tani, membangun kelembagaan penunjang sarana produksi, dan lainnya. Misalnya di peternakan, pemerintah memasukkan bibit ternak sapi dan ayam unggul dari negara – negara luar.
Harapannya, kualitas ternak di tanah air meningkat dan menjadi lebih baik dan masyarakat dapat mengonsumsi protein hewani yang berkualitas. Akhirnya dibuatlah lembaga – Lembaga penelitian untuk menunjang program pemerintah tersebut. Namun terkena dampak politik waktu itu, akhirnya lembaga – Lembaga penelitiannya tidak optimal dalam fungsi dan perannya.
Saling Bekerja Sama
Seiringnya waktu, pemerintah terus menggaungkan kedaulatan pangan. Terbaru dari Presiden Prabowo Soebianto dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi bagi anak sekolah dan ibu hamil, seperti mengurangi angka stunting.
Selain itu, agar masyarakat Indonesia sejak balita tubuhnya tidak kerdil dan menjadi orang yang sehat, pintar serta mempunyai semangat yang tidak mudah menyerah.
Tentunya mereka, salah satunya dengan meningkatkan kesadaran dalam mengonsumsi protein hewani. Protein hewani dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting. Pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.
Untuk mensukseskan program pemerintah tersebut tentunya perlu dukungan semua pihak. Tidak hanya pemerintah, namun pihak swasta dan pihak – pihak terkait lainnya. Ditambah, sosialisasi program pun terus dilakukan agar mendapat hasil optimal.
Mungkin dengan pameran – pameran peternakan, seperti Indolivestock Expo & Forum, ILDEX Indonesia, serta Nusantara Livestock & Poultry patut diapresiasi, karena akan ikut mengatasi masalah stunting, mendongkrak serapan daging, telur, susu dan lain-lain.
Sinergi sangat perlu dilakukan antara pemerintah, peneliti, pelaku usaha atau peternak, public dan pers untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dan menjaga keamanan pangan di Indonesia.
Semuanya mempunyi peran masing – masing. Selain itu, pentingnya penelitian dan pengembangan dalam meningkatkan produksi protein hewani yang maksimal, serta peran pelaku usaha dalam mempromosikan produk – produk peternakan.
Apalagi saat ini, cukup banyak tantangan yang dihadapi oleh industri peternakan, termasuk persaingan dengan produk impor dan pentingnya menjaga kualitas produk dalam negeri agar kedaulatan pangan dapat dicapai Indonesia.
Dikutip dari artikel Don P Utoyo, Dewan Redaksi TROBOS Livestock di Majalah Trobos Livestock (www.troboslivestock.com)

