Tren & Peluang Bisnis Unggas di Indonesia

Tren serta peluang bisnis unggas di Indonesia saat ini sangat prospektif, bahkan kontribusi bidang perunggasan nasional mampu menyumbang sekitar 60% PDB peternakan. Industri perunggasan juga telah menyerap 10% tenaga kerja nasional dengan omzet mencapai Rp700 triliun per tahun.

Secara rata-rata, kontribusi produk ungags nasional juga telah mencapai 2/3 dari konsumsi protein masyarakat Indonesia, dan berkontribusi 80,77% terhadap total produksi ternak.

Hal itu disampaikan oleh Thomas Kristiyanto dari PT. Cheil Jedang Indonesia dalam Industrial Lectures 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta pada 19-21 Agustus 2025.

Dekan Fapet UGM Budi Guntoro dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan perkembangan terbaru industri peternakan, baik di tingkat nasional maupun global.

Lebih lanjut Thomas memaparkan perihal permasalahan utama industri perunggasan nasional yakni harga input, yakni DOC dan pakan yang mahal serta berfluktuasi -yang berakibat pada tingginya Harga pokok produksi (HPP); daya beli masyarakat melemah dan pola konsumsi musiman;  pasar ayam hidup (LB, livebird) integrasi dan peternak sama, dan Harga LB yang dominan ditentukan broker; serta rantai pasok panjang dan hilirisasi belum efisien.

Untuk menjawab berbagai permasalahan itu, ia menjelaskan tentang langkah strategis yang bisa dilakukan, yakni antara lain dengan melakukan konsolidasi asosiasi peternak dan pelaku usaha lainnya untuk mengurangi disparitas suplai antar wilayah, pengaturan supply dan demand produk unggas untuk stabilisasi Harga, serta pengaturan distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit.

Dikutip dari  Fakultas Peternakan UGM (https://fapet.ugm.ac.id/)