Pembibitan sebagai Arsitek Industri Perunggasan Nasional

Sektor pembibitan merupakan fondasi utama keberhasilan industri perunggasan nasional. Pembibitan bukan sekadar aktivitas menghasilkan Day Old Chick (DOC), tetapi menjadi pusat pengendali mutu genetik, produktivitas, efisiensi produksi, ketahanan terhadap penyakit, serta keberlanjutan industri secara keseluruhan.
Keberlanjutan produksi ayam dan telur yang menjadi sumber protein utama masyarakat sangat ditentukan oleh sistem pembibitan yang kuat, efisien, adaptif, dan berbasis inovasi.
“Pembibitan adalah titik awal seluruh rantai nilai industri perunggasan. Di era modern, sektor pembibitan juga dituntut untuk terus beradaptasi melalui penerapan teknologi genetika, digitalisasi manajemen breeding, peningkatan biosekuriti, serta penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) dan kesejahteraan hewan(animal welfare). Kemampuan industri pembibitan dalam melakukan inovasi akan sangat menentukan keberhasilan. Ketika sektor hulu kuat, seluruh rantai industri akan tumbuh lebih sehat dan berdaya saing,” ungkap Ketua Umum GPPU periode 2022-2026 Achmad Dawami dalam Kongres GPPU XIV yang diselenggarakan di DoubleTree by Hilton Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, pada 22–23 Juli 2026 lalu.
Dalam kongres yang mengusung tema “Pembibitan Sebagai Arsitek Industri Perunggasan Nasional” tersebut, Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memperkuat komitmennya membangun industri perunggasan yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui estafet kepemimpinan, peluncuran buku 55 tahun GPPU, serta seminar nasional.
Melalui kolaborasi, inovasi, dan regenerasi kepemimpinan, GPPU optimistis industri pembibitan akan terus menjadi arsitek pembangunan perunggasan nasional menuju Indonesia yang semakin tangguh dalam penyediaan pangan dan protein hewani.
Dalam kongres Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Ke 14 tersebut, melalui proses musyawarah mufakat memilih Asrokh Nawawi menjadi Ketua Umum GPPU periode 2026 – 2030.
Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) yang didirikan pada 20 Desember 1970 merupakan organisasi perusahaan pembibitan unggas di Indonesia. Selama 55 tahun, GPPU telah berperan sebagai organisasi yang menghimpun perusahaan pembibitan unggas nasional dan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan bibit unggas berkualitas bagi industri perunggasan Indonesia.
Dikutip dari Majalah Trobos Livestock (www.troboslivestock.com)

