Tingkatkan Konsumsi Telur untuk Jaminan Asupan Gizi yang Baik bagi Anak

Kemajuan ekonomi suatu masyarakat ternyata diikuti oleh meningkatnya konsumsi telur. Amerika Serikat dapat dikatakan sebagai konsumen telur tertinggi, yaitu 314 butir per orang per tahun, Inggris 290 butir, Jepang 269 butir, negara-negara Eropa lain 210 butir, dan Indonesia 125 butir.

Untuk anak-anak yang masih dalam pertumbuhan, kebiasaan mengonsumsi telur merupakan jaminan untuk mendapatkan intake gizi yang baik untuk menopang pertumbuhan fisik dan kecerdasannya. Studi menyebutkan bahwa anak baduta (bawah dua tahun) yang mengonsumsi telur sebutir sehari pertumbuhan tinggi badannya lebih baik. Studi ini bisa menjadi landasan intervensi tengkes. Ianotti dkk (2017) dalam artikelnya di jurnal ilmiah Pediatrics, ”Eggs and Complementary Feeding Child Growth: A Randomized Controlled Trial”, menyimpulkan bahwa intervensi sebutir telur sehari selama enam bulan menurunkan tengkes sebesar 47 persen.

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana desa lebih kurang Rp 1 miliar per desa. Sebagian dana tersebut harus dialokasikan untuk pengentasan tengkes. Dengan memberi bantuan telur sebutir sehari, hanya diperlukan Rp 600.000 per anak per tahun. Apabila jumlah anak tengkes per desa 30 anak, hanya perlu Rp 20 juta per tahun atau hanya 2 persen dari dana desa.

Saat ini masih terdapat 25 juta rakyat miskin di Indonesia yang terkendala akses pangannya, terutama pangan hewani yang memang mahal untuk ukuran mereka. Peningkatan kesejahteraan rakyat akan menjadi entry point untuk meningkatkan konsumsi pangan hewani.

Dengan mengonsumsi telur setiap hari, maka anak-anak kita akan mempunyai pertumbuhan fisik yang baik karena memperoleh protein berkualitas tinggi. Harga yang terjangkau menjadi prasyarat penting agar telur bisa diakses oleh kebanyakan keluarga di Indonesia.

Dikutip dari  artikel Prof Ali Khomsan, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB University, di Koran Kompas (www.kompas.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *