Indonesia Emas 2045 dan Pemenuhan Gizi Protein Hewani Asal Unggas

Indonesia Emas pada 2045 merupakan kondisi bangsa Indonesia pada tahun itu yang diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif, yakni berusia 15-64 tahun. Manakala bonus demografi tersebut dapat benar-benar terwujud, maka Indonesia akan menjadi salah satu bangsa maju paling maju di dunia.

Pada tahun 2045 itu pula, diharapkan telah tercapai cita-cita dan amanat pendiri bangsa yakni bangsa Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Namun kunci utama mewujudkan Indonesia Emas, Indonesia yang maju, mandiri, berkualitas, dan menguasai Iptek kelas dunia ialah memiliki kualitas SDM sebagai generasi penerus bangsa. Generasi penerus bangsa haruslah sehat, cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Hal tersebut hanya bisa dicapai apabila anak-anak terlahir sehat, tumbuh, dan berkembang dalam pola asuh dan gizi yang baik, serta didukung pendidikan yang berkualitas.

Di sisi lain, kasus stunting atau gagal tumbuh menjadi salah satu tantangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kasus stunting harus menjadi perhatian serius dan perlu segera ditangani sejak dini karena besarnya dampak buruk stunting bagi masa depan bangsa, terutama generasi mudanya. Stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh anak, yakni pada pertumbuhan tubuh dan otaknya sehingga menjadi seorang anak pendek dibanding dengan anak seumurannya, memiliki keterlambatan dalam berpikir -akibat kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi kronis yang terjadi berulang kali pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Salah satu solusi penting dalam pemberantasan stunting adalah dengan pemenuhan asupan zat gizi berkualitas tinggi secara konsisten dan berkesinambungan kepada ibu hamil, menyusui, dan untuk bayi berusia minimal 6 bulan dalam bentuk Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Sumber zat gizi penting bagi anak, yang mudah diperoleh, dengan kandungan gizi lengkap, dan mudah diolah menjadi aneka masakan, serta dengan harga terjangkau masyarakat luas adalah sumber protein hewani dari daging dan telur ayam.

Dari sinilah pentingnya peran seorang ibu dalam menjaga dan memastikan kebutuhan gizi keluarga, terutama dalam pemenuhan gizi protein hewani asal unggas untuk membantu memberantas stunting. Peran vital dari seorang ibu sangat vital dalam membentuk fondasi yang kuat bagi pemenuhan gizi sekaligus pendidikan anak sebagai calon generasi unggul bangsa Indonesia. 

Pemenuhan gizi anak, terutama untuk kebutuhan protein hewani tidak harus yang harganya mahal. Dan protein hewani paling murah dan banyak di tawarkan di sekitar lingkungan keluarga adalah daging dan telur ayam. Diharapkan pemenuhan gizi protein hewani asal unggas dapat disediakan secara merata dan dengan harga terjangkau bagi masyarakat luas.

Dikutip dari  Media Agropustaka (www.agropustaka.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *