Optimalisasi Potensi Genetik Sejak Dini

Pesatnya perkembangan industri peternakan ayam untuk tujuan menghasilkan produksi dengan tingkat efisiensi biaya produksi semaksimal mungkin, tentu menuntut upaya semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak, untuk melakukan terobosan di bidang teknologi. Upaya yang tidak kalah penting dilakukan dari pihak industri pembibitan, dengan menghasilkan bibit ayam berkualitas unggul lewat teknologi di bidang rekayasa genetik.
Perbaikan dari segi genetik secara berkelanjutan lebih ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ternak, baik untuk produksi daging, telur, dan kualitas bibit ayam. Perbaikan di bidang genetik yang dilakukan pihak pembibit dapat dilihat dari adanya perbaikan performa dari ayam yang ada saat ini, bila dibandingkan dengan ayam generasi satu atau dua dasa warsa sebelumnya.
Sebagai contohnya pada jenis ayam petelur generasi saat ini, bila dilihat dari kemampuan produksinya dalam satu siklus pemeliharaan. Begitu juga halnya pada ayam pedaging saat ini yang memerlukan waktu pemeliharaan relatif lebih pendek untuk mencapai berat badan yang sama bila dibandingkan dengan ayam generasi sebelumnya.
Perbaikan dari segi genetik yang selalu diupayakan pembibit untuk menghasilkan produktivitas optimal, mempersyaratkan juga adanya perbaikan dari aspek manajemen dalam budidayanya. Dalam hal ini sangat jelas bahwa keunggulan secara genetik saja tidak bisa dijadikan jaminan untuk menghasilkan semaksimal mungkin produktivitas, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Bibit ayam dengan genetik unggul akan muncul potensinya dan menghasilkan produktivitas tinggi bila masa pemeliharaannya didukung manajemen yang optimal.
Semua aspek berkaitan dengan manajemen pemeliharaan ayam harus menjadi perhatian dan diupayakan seoptimal mungkin diberikan pada ayam yang unggul secara genetik.
Mengingat ayam dengan kualitas unggul secara genetik umumnya dipelihara dalam lingkungan kandang dan sudah sangat dibatasi ruang geraknya serta dibudidayakan dalam jumlah cukup banyak dalam satu flock-nya, sehingga pemenuhan akan kebutuhan pokoknya menjadi sesuatu yang penting diperhatikan peternak.
Dalam manajemen peternakan, agar ayam yang unggul secara genetik tersebut dapat tumbuh dan berproduksi optimal, maka penting diperhatikan beberapa aspek yang berkenaan dengan manajemen pemeliharaan, di antaranya: bibit ayam; pakan; air; udara dan daya dukung lingkungan kandangan; pengamanan biologic; dan program Kesehatan.
Dikutip dari Majalah Infovet (www.majalahinfovet.com)

