Gabungan Pembibitan Unggas (GPPU) Pastikan Stok DOC Nasional Cukup dan Stabil

Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memastikan ketersediaan anak ayam umur sehari (day old chick/DOC) di seluruh Indonesia dalam kondisi cukup dan stabil, dengan tingkat produksi mencapai rata-rata 60 hingga 62 juta ekor per minggu.

“Jumlah DOC yang beredar saat ini sekitar 60 juta-62 juta ekor per minggu. Dan itu menurut kami sesuai dengan ketersediaannya itu, kami sampaikan adalah cukup,” kata Ketua V GPPU Dewa Putu Sumerta seusai rapat dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, di Jakarta, Rabu (15/10).

Dia menyampaikan jumlah tersebut diperoleh dari laporan perusahaan pembibit yang menggambarkan kondisi pasokan DOC yang aman.

Ia menjelaskan produksi DOC dihasilkan dari indukan unggas atau parent stock (SP) yang dipelihara secara terencana oleh 38 perusahaan pembibit anggota GPPU di berbagai daerah. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat gangguan berarti dalam proses produksi DOC, bahkan data menunjukkan adanya sedikit surplus produksi untuk kebutuhan nasional.

Dewa Putu menegaskan jika di lapangan ada pihak yang merasa kesulitan memperoleh DOC, hal tersebut kemungkinan disebabkan peningkatan permintaan secara tiba-tiba.Lonjakan permintaan ini, katanya lagi, terjadi karena harga ayam hidup yang sedang baik, sehingga banyak peternak yang kembali mengaktifkan kandang setelah sebelumnya sempat kosong.

“Dan kami sampai saat ini produksi kami stabil dan kalau hitungannya memang tetap ada surplus,” ujarnya pula.

GPPU terus menjaga kestabilan pasokan dengan mengatur pola produksi indukan dan menyesuaikannya terhadap proyeksi kebutuhan pasar setiap minggu agar tidak terjadi kekurangan.

Selain itu, ia juga menegaskan koordinasi rutin antara GPPU, pemerintah, dan pelaku industri perunggasan untuk memastikan distribusi DOC berjalan lancar di semua wilayah.

Dengan ketersediaan pasokan yang stabil, Dewa Putu berharap sektor perunggasan nasional dapat terus tumbuh dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta kesejahteraan peternak rakyat.

Ia juga menegaskan pihaknya siap mendukung pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan, harga, dan kelancaran distribusi DOC ke seluruh Indonesia. “Mungkin kalau ada kemarin sempat ada yang merasa tidak mendapatkan DOC atau kurang, itu mungkin karena ada keinginan untuk pelihara lebih banyak. Tapi kami di pembibit, meyakinkan ketersediaan bibit itu tetap bisa kita penuhi, tetap ada ketersediaannya,” kata Dewa Putu pula.

Dikutip dari Kantor Berita Antara (https://www.antaranews.com)