Tantangan Koperasi Perunggasan Indonesia

Ada banyak permasalahan dalam pembangunan industri perunggasan baik peternakan ayam petelur maupun ayam pedaging, dan yang paling mencolok adalah adanya disparitas harga yang terlalu lebar di tingkat kandang dengan di tingkat konsumen atau di masyarakat. Hal itu seringkali menjadi salah satu sebab gejolak di masyarakat perunggasan, terutama di kalangan peternak.

Faktor sebab terjadinya hal itu antara lain adalah jalur distribusi produk unggas yang terlalu panjang dan berbelit, ditambah lagi sentra-sentra produksi produk unggas banyak tersebar di pedesaan. Padahal masyarakat konsumen terbesar berada di pusat-pusat kota di Indonesia.

Di sinilah para pedagang pengumpul, bakul dan pedagang ayam memainkan perannya sebagai unit bisnis antara. Para peternak yang tidak memiliki sarana transportasi dan jalur akses menembus pasar konsumen produk unggas, posisi tawarnya akan lebih rendah di hadapan para bakul, pedagang dan tengkulak.

Solusi yang dapat ditawarkan mengatasi masalah tataniaga distribusi produk unggas tersebut adalah dengan pembangunan koperasi-koperasi di kalangan peternak ayam. Peternak unggas dianjurkan untuk bersatu dalam wadah koperasi, sehingga langkah efisiensi usaha dapat diwujudkan.

Apalagi dengan dukungan teknologi digital yang saat ini sudah tersedia, peternak yang bersatu dalam wadah koperasi dapat memanfaatkan teknologi digital yang bisa sangat membantu dalam upaya meningkatkan efisiensi budidaya ayamnya.

Pemanfaatan teknologi informasi digital di era industri 4.0 ini akan sangat bermanfaat bagi peternak demi dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas usaha budidaya ayam yang diupayakannya.

Dengan adanya koperasi perunggasan yang didukung dengan penerapan teknologi digital terkini, maka bisnis perunggasan yang kekuatan bisnisnya bertumpu pada para peternak yang menjadi anggota koperasi, akan makin berkembang dan meningkat daya saingnya.

Adapun pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM diharapkan dapat mendukung dan membina pembangunan koperasi-koperasi peternak unggas di kantong-kantong produksi unggas yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Jika mayoritas tantangan di tingkat budidaya dan transportasi serta distribusi produk unggas ke konsumen bisa dikelola dengan baik oleh koperasi peternak unggas, maka efisiensi bisnis unggas milik para peternak pun dapat tercapai, sehingga bisa menekan disparitas harga di tingkat peternak dan konsumen agar tidak terlalu tinggi.

Dikutip dari Media Agropustaka (www.agropustaka.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *