El Nino dan Tantangan Pemenuhan Gizi Protein Hewani

El nino merupakan suatu kejadian pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal di kawasan Samudra Pasifik bagian tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak fenomena iklim El Nino, yang akan memicu cuaca panas ekstrem di Indonesia pada Agustus-Oktober 2023, bahkan ada kemungkinan berlanjut hingga 2024.

Pemanasan ini dapat menimbulkan pertumbuhan awan di area tersebut. Efek sampingnya, curah hujan di wilayah Indonesia dan sekitarnya dapat menurun cukup signifikan. Musim kemarau yang disertai el nino itu dapat memicu bencana kekeringan, dan di sejumlah daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT kekeringan telah melanda.

Dampak perubahan iklim pada peningkatan suhu dan CO2, cuaca ekstrem, serta naiknya permukaan laut menyebabkan beberapa masalah kesehatan masyarakat. Masalah kesehatan masyarakat yang ditimbulkan dari perubahan iklim di antaranya adalah: perubahan ekologi vektor seperti malaria dan demam berdarah, memburuknya kualitas air yang berisiko memunculkan penyakit kolera atau diare, kerawanan pangan dan kurang gizi, serta suhu panas ektrem.

Perubahan iklim seperti yang diuraikan di atas berdampak terhadap ketahanan pangan dan status kesehatan masyarakat Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim tersebut antara lain adalah dengan melakukan adaptasi, demi meningkatkan ketahanan menghadapi dampak perubahan iklim dengan memantapkan ketahanan pangan dan status kesehatan masyarakat Indonesia.

Salah satu hal penting dalam mencapai ketahanan pangan nasional, adalah pangan sumber protein hewani asal unggas, dimana produk daging dan telur ayam adalah sumber potein hewani utama bagi masyarakat Indonesia, berkontribusi atas 70% atas pemenuhan sumber protein hewani masyarakat Indonesia.

Untuk menjaga keterjangkauan dan akses masyarakat terhadap produk hasil unggas tersebut, maka sangat perlu adanya jaminan keamanan dan kehalalannya. Dengan demikian Indonesia membutuhkan sistem logistik perunggasan yang terintegrasi, efektif, dan efisien sehingga dapat menjamin keberadaan komoditas daging dan telur ayam secara merata, terjangkau, dan tercukupi.  Logistik perunggasan yang modern berarti sudah mengarah ke penggunakan teknologi industri 4.0 seperti internet of thing, big data, dan kecerdasan buatan. Digitalisasi logistik menjadi salah satu langkah tepat untuk menopang sistem ketahanan pangan protein hewani asal unggas ini.

Dalam hal penguatan status gizi masyarakat dalam menghadapi efek elnino, sudah seharusnya untuk senantiasa ditingkatkan. Hal tersebut karena sebelumnya di masyarakat seperti hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan tingginya angka kasus anemia pada ibu hamil dan remaja putri, balita pendek dan stunting, serta konsumsi makanan yang kurang beragam. Adanya masalah gizi di masyarakat tersebut berisiko terjadinya risiko gagal tumbuh, risiko kognitif, dan risiko munculnya penyakit tidak menular di kalangan generasi muda Indonesia. Jika masih ditambah dengan adanya efek El Nino, maka status gizi masyarakat akan makin terancam.

Oleh karena itu, sangat perlu adanya program secara nasional dalam upaya percepatan perbaikan gizi masyarakat. Impementasi dari program itu antara lain adalah adanya upaya perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Terlebih dalam menghadapi dampak el nino, tantangan pemenuhan gizi menjadi tantangan tersendiri karena di satu sisi hal tersebut memperkokoh kesehatan masyarakat, namun di sisi lain adalah dalam hal kemampuan ekonomi dalam hal akses terhadap makanan yang berkualitas dan bergizi.

Manakala protein hewani asal unggas dapat menopang sistem ketahanan pangan nasional sekaligus perbaikan gizi kesehatan masyarakat, maka hal itu akan dapat menekan efek negatif kemunculan el nino, sehingga masyarakat Indonesia, terutama generasi mendatang akan terpenuhi kebutuhan gizinya, menjadi sehat dan cerdas, berdaya saing tinggi di tingkat global.

Dikutip dari  Media Agropustaka (www.agropustaka.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *