Pembangunan Peternakan, Upaya Memperkuat ketahanan Pangan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

4.9 foto g_Pembangunan Peternakan, Upaya Memperkuat ketahanan Pangan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

Pembangunan peternakan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia. Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut karbohidrat, tetapi juga kecukupan protein hewani dari daging, susu, dan telur.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Drijen PKH), Drh Agung Suganda mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi untuk mempercepat hilirisasi peternakan nasional.

“Sinergi tersebut diperlukan agar riset dan inovasi dapat diterapkan menjadi teknologi, produk bernilai tambah, lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan peternak,” ujar Agung dalam Seminar Nasional dalam rangkaian Musyawarah Nasional VI Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) di Purwokerto, Sabtu (5/9/2026).

Untuk memperkuat kontribusi tersebut, pihaknya terus mendorong peningkatan produksi dan daya saing peternakan melalui penguatan pembibitan, reproduksi, pakan, kesehatan hewan, investasi, dan kemitraan dengan peternak rakyat.

Sebab, lanjut dia, hilirisasi tidak boleh dimaknai hanya sebatas membangun fasilitas pengolahan. Hilirisasi harus membentuk ekosistem yang menghubungkan produksi, teknologi, pengolahan, distribusi, dan pasar. “Hilirisasi harus memberikan manfaat nyata. Produksi harus semakin efisien, pasar semakin luas, dan nilai tambah yang dihasilkan harus dapat dirasakan peternak,” tegasnya.

Dalam upaya tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai penghasil sumber daya manusia, riset, dan inovasi. Agung mendorong agar penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi diterjemahkan menjadi teknologi dan model usaha yang mampu menjawab kebutuhan peternak dan industri.

Semangat tersebut sejalan dengan pandangan Plt. Rektor Unsoed, Prof Ali Rokhman. Ia menilai hilirisasi membutuhkan hubungan yang semakin kuat antara pendidikan tinggi dan dunia industri, dengan alumni sebagai salah satu penggeraknya.

“Harus ada link and match antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri. Alumni memiliki jejaring dan pengalaman yang dapat menjadi jembatan antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat,” ujar Ali.

Ia juga menambahkan, perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Munas VI Kafapet Unsoed diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan ilmu, pengalaman, jejaring, inovasi, dan semangat pengabdian.

Dikutip dari  Majalah Infovet (www.majalahinfovet.com)